--Ketika HIDUP memberiku seribu alasan untuk MENYERAH,,,engkau HADIR memberiku sejuta alasan untuk BERJUANg--
--when life gave me a thousand reasons to give up, you're present to give a milios reasons to fight--

Rabu, 16 Juli 2014

Pesan Yang Tidak Pernah Sampai (cerita akhir smester)

Pernah terlintas dalam benakku untuk mengucapkan kata-kata ini ketika kami sama-sama lulus, tapi kenyataan dan waktu membuat aku tidak bisa menyampaikan pesan itu, mereka ada 18 orang, mereka adalah teman wanitaku,  teman satu asal pendaftaran dan satu angkatan, karena mereka wanita maka aku panggil adek.

Maka dari itu aku tulis ini agar siapapun yang membaca tulisanku ini tidak mengalami hal yang sama, ucapan yang hanya berujung pada sebuah tulisan.

“Adek, selamat atas kelulusan kalian. Selama 4 tahun tinggal disini aku hanya punya satu tujuan, yaitu untuk menjadi orang yang berarti dan ada saat kalian membutuhkan. Apa itu adalah mimpiku, aku juga tidak tahu persisnya. Tapi aku yakin itu adalah tujuan kebanyakan mereka yang juga ingin berarti. Meski 4 tahun kemarin melelahkan tapi aku senang, walaupun aku merasa masih jauh tuk jadi orang yang berarti… setidaknya aku banyak belajar dari kalian....

Aku juga belajar kalau kita tidak perlu keahlian khusus untuk melakukan sesuatu, cukup percaya pada diri sendiri dan fokus pada tujuan hidup.

Jika kalian ingin kebawah, melihatlah kebawah,
Jika kalian ingin berhenti, melihatlah keatas dan renungkan,
Tubuh kita brgerak kearah yang kita lihat. Percayalah itu..

Dan juga kalau kalian mulai penat dengan hidupmu melihatlah kebawah untuk mensyukuri, melihatlah keatas untuk mencapai mimpi, dan lihat sekitar untuk slalu waspada dan tetap peduli,,

Kalian tau kenapa aku baik dan senyum kepada kalian semua tanpa memandang entah kalian pindah ke kontingen mana?
Sejujurnya hanya tubuhku yang tersenyum bukan jiwaku.

Aku selalu bangga dengan kalian yang masih bertahan, dan untuk kalian yang udah memilih jalan lain, aku juga pernah bangga dengan kalian. Do’a ku akan selalu tuk kalian yang bertahan. Tapi maaf aku tidak tau cara mengungkapkan rasaku didepan kalian

Maaf juga aku hanya ada saat kalian membutuhkan, aku hanya ada saat kalian ingin memintaku menemani kalian makan, menemani kalian saat terbaring di rumah sakit, membelikan kalian bakso saat diminta, aku hanya memarahi kalian saat kalian jalan dengan laki-laki lain tanpa mendengar alasan kalian

Aku tidak tahu persis nya mengapa aku selalu bersikap dingin kepada wanita, aku tidak tau persisnya mengapa.”
……………
Bagi kamu yang membaca tulisan ini
……………
Jika kamu pikir itu untuk kebaikan adik kontingenmu atau teman wanitamu, cara itu tidak benar, aku sangat tau itu

Dulu aku selalu berpikir dengan cara yang sama, aku berpikir untuk hanya ada saat mereka benar-benar kesulitan, 

Pada satu waktu di tahun keempat pendidikan kami, pernah salah satu dari adikku menelpon memintaku memanggilkan ambulance karena saudarinya “A” demam.

“hanya demam” gumamku
Aku ingin membuat mereka tidak manja hanya karena demam sepele, lalu aku mengatakan aku tidak bisa karena aku sedang dikelas…

Itu benar-benar karena aku sayang mereka, aku pikir itu semua untuk kebaikan mereka kelak dan aku bisa menjadi orang yang baik.

Tapi…..
Aku ternyata salah
Orang terbaik didunia adalah orang yang slalu ada untuk adikkya, itulah apa yang aku pelajari setelah kehilangan satu persatu dari mereka

bahkan sampai sekarang aku tidak bisa memandang mata mereka terlalu lama ketika kami saling menatap, terkhusus untuk 3 orang wanita ("K", "Z", "R") yang terpisah kampus denganku, 3 orang wanita perkasa yang tanpa abang didekat mereka selama 2 tahun pendidikan kami, ada rasa bersalah yang abadi dalam diriku, aku bahkan jarang menghubungi mereka lewat handphoneku...maaf

Aku selalu berpikir akan ada waktu berikutnya,
 

ketika kami benar-benar bertemu
Ketika mereka sakit keras
Ketika mereka benar benar kesepian
Bahkan pada hari setelah kembali dari rumah sakit,
Dan pada hari mereka ulang tahun aku tidak disisi mereka

Aku pikir aku bisa bersama dengan mereka dihari mereka sakit keras, saat mereka kesepian, saat mereka ulang tahun, atau hanya sekedar berbincang di telpon menemani mereka menghabiskan sisa malam, aku pikir aku selalu bisa menemani mereka diwaktu berikutnya
……………
Kamu yang membaca tulisan ini
…………….
Saat adikmu paling membutuhkan bukan diwaktu berikutnya, tapi sekarang.
Jadilah berarti untuk mereka sebelum mereka keluar kontingen.

Ada 4 hal yang tidak bisa kembali
1. Batu setelah dilempar
2. Kata-kata setelah diucapkan
3. Kesempatan setelah berlalu
4. Waktu ketika beranjak pergi

BAGIKAN KE: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar